Siap-Siap Pemerintah Bakal Batasi Jumlah PNS

 

Siap-Siap Pemerintah Bakal Batasi Jumlah PNS

Fakhri Rezy – Okezone
Senin, 17 Desember 2012 19:23 wib
Ilustrasi. (Foto: okezone)

Ilustrasi. (Foto: okezone)
JAKARTA - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menginginkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) lebih digunakan untuk pelayanan masyarakat (public services).

Menurut dia, sebagian besar dana APBD lebih banyak digunakan untuk belanja pegawai. Oleh karena itu, pemerintah diimbau perlu melakukan pembatasan Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara selektif.

“Memang kita semua sudah paham, sebagian besar dana APBD untuk belanja pegawai, jadi kita mau melakukan pembatasan PNS, secara selektif,” ujar Hatta, di kantornya, Jakarta, Senin (17/12/2012).

Dia pun menginginkan agar tidak menumpuk pegawai, dalam artian jangan sampai mengganti pegawai dengan menambah pegawai baru. “Jadi enggak efisien,” ujarnya singkat.

Selain itu, menurut Hatta, dana APBD seharusnya dialokasikan untuk public services dalam porsi yang besar. Namun, dana tersebut sebaiknya jangan dihabiskan untuk membangun gedung, membeli mobil, serta belanja pegawai yang terlalu besar. “Ya nanti rakyat enggak dapat apa-apa,” ujar Hatta.

Senada dengan Hatta, Menteri Keuangan Agus Martowardojo pun mengatakan jika dalam APBD, pemerintah mengalokasikan anggarannya untuk PNS cukup besar. Bila seandainya belanja pegawai tidak lebih dari 40 persen, maka akan membuat kualitas APBD lebih baik.

“Tetapi ini mungkin perlu suatu kebijakan legislatif di daerah supaya biaya belanja pegawai di bawah 40 persen bisa tercapai,” tutur Agus. (ade)

sumber : http://economy.okezone.com/read/2012/12/17/20/733512/siap-siap-pemerintah-bakal-batasi-jumlah-pns

Mengelola Kinerja dan Mutu

Hallo semua!!

Ulasan materi yang selanjutnya yaitu mengenai “Mengelola Kinerja dan Mutu”.

Selamat membaca :)

Bab ini akan membahas mekanisme dasar untuk mengendalikan organisasi, dengan meringkas tujuan-tujuan dari proses kendali dan penggunaan kartu catatan seimbang yang digunakan untuk mengukur kinerja. Selain itu, juga membhas filosofi kontrol yang berubah-ubah.

Pengertian Kontrol Organisasi

Kontrol organisasi adalah proses sistematis dalam mengatur aktivitas organisasi agar tetap konsisten dengan pengharapan yang telah dibangun dalam rencana, target dan standar kinerja.

Memilih Standar dan Ukuran. Sebagian besar organisasi berfokus pada pengukuran dan pengawasan kinerja keuangan, seperti penjualan, pendapatan, dan keuntungan. Namun para manajer makin mengetahui keharusan untuk mengukur aspek-aspek kinerja yang tidak kasat mata lainnya untuk mengelola aktivitas penciptaan nilai dari organisasi saat itu.

Kartu Skor Berimbang adalah sistem kontrol manajemen komprehensif yang menyeimbangkanukuran keuangan tradisonal dengan ukuran operasional yang berhubungan dengan faktor-faktor kesuksesaan penting yang ada di perusahaan.

MODEL KONTROL UMPAN BALIK

Semua sistem kontrol yang dirancang dengan baik akan melibatkan penggunaan umpan balik untuk menentukan apakah kinerja memenuhi standar yang telah dibuat. Manajer berfokus pada bagian elemen dari kartu skor untuk menentukan target, mengevaluasi kinerja, dan membimbing diskusi tentang tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Langkah-langkah Kontrol Umpan Balik

  1. Membangun Standar Kinerja
  2. Mengukur Kinerja yang Ada
  3. Membandingkan Kinerja dengan Standar
  4. Melakukan Tindakan Korektif

Aplikasi Untuk Anggaran

Kontrol anggaran, salah satu metode yang paling sering digunakan dalam kontrol manajemen, adalah proses penentuan target untuk pengeluaran organisasi, mengawasi hasil dan membandingkannya dengan anggaran yang ada, dan membuat perubahan jika perlu. Anggaran yang biasanya digunakan manajer :

1)      Anggaran biaya

2)      Anggaran pendapatan

3)      Anggaran kas

4)      Anggaran modal

KONTROL KEUANGAN

Laporan Keuangan

  1. Neraca keuangan
  2. Laporan laba rugi

Analisis Keuangan: Menafsirkan Angka

Analisis keuangan yang biasa dilakukan berfokus pada rasio, statistik yang menunjukkan hubungan antara indikator-indikator kinerja seperti keuntungan dan aset, penjualan, dan persediaan. Rasio-rasio tersebut, antara lain:

  1. Rasio Likuiditas
  2. Rasio Aktifitas
  3. Rasio keuntungan
  4. Rasio Leverage

FILOSOFI KONTROL YANG BERUBAH-UBAH

Pendekatan Hierarki versus Pendekatan Desentralisasi

  1. Kontrol Hierarki adalah penggunaan aturan, kebijakan, hierarki wewenang, dan alat formal lainnya untuk memengaruhi perilaku pegawai dan menilai kinerja.
  2. Kontrol Desentralisasi adalah penggunaan budaya perusahaan, norma kelompok, dan fokus terhadap tujuan, daripada aturan dan prosedur, untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Manajemen Buka-Buku

Manajemen Buka-Buku adalah berbagai informasi keuangan dan hasil-hasilnya dengan semua pegawai di organisasi. Tujuannya adalah untuk membuat setiap pegawai berfikir dan bertindak seperti seorang pemilik bisnis.

MANAJEMEN KUALITAS TOTAL

Manajemen kualitas total adalah komitmen seluruh anggota perusahaan untuk menanamkan kualitas ke dalam setiap aktivitas denagn cara melakukan perbaikan terus menerus.

Teknik-Teknik TQM

  1. Siklus Kualitas
  2. Tolok Ukur
  3. Prinsip Six Sigma
  4. Pengukuran siklus waktu
  5. Perbaikan Terus-menerus

Faktor-Faktor TQM

Faktor Positif

a)      Tugas-tugas yang ada menuntut pegawai yang berketerampilan tinggi

b)      TQM berguna untuk memperkaya pekerjaan dan memotivasi pegawai

c)      Keterampilan memecahkan masalah ditingkatkan untuk semua pegawai

d)     Partisipasi dan kerja tim digunakan untuk menghadang permasalahan yang signifikan

e)      Perbaikan terus-menerus adalah cara hidup

Faktor Negatif

a)      Ekspektasi manajemen biasanya tinggi

b)      Manajer tingkat menengah merasa tidak puas jika kehilangan wewenang

c)      Para pekerja tidak puas dengan beberapa aspek kehidupan organisasi

d)     Pemimpin serikat pekerja tidak disertakan dalam diskusi kendali mutu

e)      Manajer manunggu inovasi yang besar dan dramatis

TREN DALAM KENDALI MUTU DAN KEUANGAN

a)      Standar Kualitas Internasional

b)      Sistem Kontrol Keuangan Baru

c)      Pertambahan Nilai Ekonomis (EVA)

d)     Pertambahan Nilai Pasar (MVA)

e)      Pembiayaan Berbasis Aktivitas (ABC)

f)       Tata Kelola Perusahaan

 

sekian berbagi materi dari saya, semoga bermanfaat :)

Sumber: New Era Of Management (Era baru Manajemen),edisi 9 (terjemahan), Richard L Daft, Penerbit Salemba Empat, 2010. (buku2)

KEPEMIMPINAN

Hai..teman-teman!!

Jumpa lagi bersama saya,hehe

Seperti yang saya katakan minggu lalu, saya ingin berbagi ilmu yang telah saya dapatkan di minggu ini. nah! Kali ini saya akan membahas mengenai bab “kepemimpinan”.
ok! Lanjut saja yuk teman-teman.

Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan untuk memengaruhi orang lain guna mencapai tujuan organisasi. Dari pengertian ini, dapat disimpulkan bahwa pemimpin terlibat dengan orang lain dalam mencapai tujuan. Kepemimpinan mengandung tiga aspek penting, meliputi: manusia, pengaruh, dan tujuan.

Kepemimpinan Masa Kini

Konsep kepemimpinan berubah seiring berubahnya organisasi. Hal menarik tentang kepemimpinan masa kini adalah pendekatan postheroic atau disebut juga kepemimpinan postheroic. Dua pendekatan yang selaras dengan kepemimpinan postheroic yaitu:

Kepemimpinan tingkat 5

Ciri penting kepemimpinan tingkat 5 adalah hampir hilangnya ego, dibarengi dengan tekat kuat untuk melakukan yang terbaik bagi organisasi. Kepemimpinan ini merupakan tingkat tertinggi dalam hierarki kemampuan manajer. Hierarki tingkat 5 yaitu:

  1. Individu berkemampuan tinggi
  2. Anggota tim aktif
  3. Manajer andal
  4. Pemimpin efektif
  5. Eksekutif tingkat 5

Kepemimpinan interaktif

  • Menekan ambisi pribadi dan membangun potensi orang lain
  • Lebih menyukai proses konsensual dan kolaboratif
  • Tumbuh dari penelitian pemimpin laki-laki dan perempuan

Dari Manajemen Ke Kepemimpinan

Menejemn yang baik sangat penting bagi organisasi, namun para manajer yang baik juga harus menjadi pemimpin yang baik, karena kualitas manajemen dan kepemimpinan yang berbeda merupakan kekuatan bagi organisasi.

Karakter Pribadi Kepemimpinan

Karakter merupakan ciri pribadi pemimpin yang menonjol, seperti kecerdasan, kejujuran, kepercayaan diri, dan bahkan penampilan. Selain karakter pribadi tersebut, pemimpin juga harus memiliki karakter fisik, sosial, karakter terkait pekerjaan, kecerdasan dan kemampuan, dan latar belakang sosial.

Pendekatan Perilaku Untuk Kepemimpinan

  • Penelitian ohio state

-        Pertimbangan : orang yang berorientasi pada perilaku

-        Struktur pemulaan: tugas-perilaku yang mengarahkan kegiatan kerja

  • Penelitian michigan

-        Pemimpin berorientasi pegawai: difokuskan pada bawahan manusia

-        Pemimpin berorientasi tugas: jadwal pertemuan, menjaga biaya rendah dan mencapai produktivitas

  • Kisi-kisi kepemimpinan

-        Dibangun pada kedua penelitian ohio state dan michigan studi

-        Dua dimensi jaringan lima gaya manajemen utama

Pendekatan Kontingensi

  • Teori situasional hersey dan blanchard’s

-        Karakteristik pengikut dan menentukan perilaku kepemimpinan yang tepat

-        Mengadopsi salah satu dari empat gaya kepemimpinan

  • Teori kontingensi fiedlers

-        Pemimpin menerapkan gaya ke situasi organisasi

-        Adalah situasi yang menguntungkan pada menguntungkan dengan gaya pemimpin

Mencocokkan Gaya Pemimpin Dengan Situasi

Pemimpin berorientasi tugas lebih efektif ketika situasinya sangat menuntungkan maupun sangat tidak menguntungkan. Hal ini terjadi, karena semua orang bekerja sama, tugas terdefinisi dengan jelas, dan pemimpin memiliki semua kekuatan yang diperlukan untuk memerintah dan mengarahkan. Pemimpin dengan keahlian interpersonal yang baik dapat menciptakan atmosfir kelompok positif yang dapat memperbaiki hubungan.

Kepemimpinan Karismatik Dan Transformasional

  1. Kepemimpinan karismatik dan visioner
  2. Kepemimpinan transformasional versus kepemimpinan transaksional

Kepengikutan

-        Pemimpin dapat membangun pemahaman tentang pengikut mereka.

-        Pengikut yang baik memiliki sifat kepemimpinan

-        Pengikut efektif adalah pemikiran kritis dan mandiri sekaligus aktif di organisasi.

Kekuasaan dan berpengaruh

  1. Kekuasaan posisi
  2. Kekuasaan pribadi
  3. Sumber kekuasaan lain

Taktik Pengaruh Interpersonal

  • Gunakan persuasi rasional
  • Buat orang-orang menyukai anda
  • Mengandalkan aturan timbal balik
  • Mengembangkan sekutu
  • Mintalah apa yang anda inginkan
  • Memanfaatkan otoritas yang lebih tinggi
  • Reward perilaku yang anda inginkan

Kepemimpinan Sebagai Layanan

a)      Kepemimpinan abdi
pemimpin yang bekerja untuk memenuhi tujuan dan kebutuhan bawahan mereka, dan mewujudkan tujuan atau misi lebih besar dari organisasi mereka.

b)      Kepemimpinan moral

Membedakan yang benar dari yang salah dan memilih melakukan hal yang benar dalam melaksanakan kepemimpinan.

 

Sekian berbagi materi dari saya, kita lanjutkan di materi selanjutnya.

Setu harapan saya, semoga bermanfaat ya teman-teman. :)

Sumber: New Era Of Management (Era baru Manajemen),edisi 9 (terjemahan), Richard L Daft, Penerbit Salemba Empat, 2010. (buku2)

Merancang Organisasi yang Adaptif

Apa kabar teman-teman? Baik kah kalian semua?

Semoga keadaan kalian baik-baik saja deh!!

Disini saya akan meneruskan ulasan materi minggu ke-2 yakni Merancang organisasi yang adaptif.

Biar teman-teman tidak pada bosen. Langsung saja ke materinya deh!!

Pengelolaan (organizing) adalah penyebaran berbagai sumber daya yang ada di organisasi untuk mewujudkan tujuan strategis. Pengelolaan menjadi bagian penting dari manajemen yang baik, karena pengelolaan merupakan langkah berikutnya setelah merancang strategi-topik dari bagian organisasi.

Pengelolaan Struktur Vertikal

Konsep pengelolaan struktur vertikal meliputi:

  1. Spesialiasi kerja (divisi kerja) adalah kadar yang digunakan untuk membagi-bagi tugas-tugas organisasi ke dalam pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan oleh individu.
  2. Rantai perintah adalah garis wewenang yang tidak terputus di aman menghubungkan semua orang dalam sebuah organisasi dan menunjukkan posisi orang-orang tersebut. Wewenang, tanggung jawab, dan delegasi rantai perintah akan menggambarkan struktur wewenang dari sebuah organisasi.
    1. Wewenang adalah hak formal dan sah yang dimiliki seorang manajer untuk mengambil keputusan, memberikan perintah, dan mengalokasikan sumber daya guna memperoleh hasil yang dikehendaki organisasi. Wewenang dibedakan dengan tiga karakteristik, yaitu:
  • Wewenang diemban dalam kaitannya dengan jabatan, bukan orang.
  • Wewenang berlaku utnuk bawahan.
  • Wewenang berjalan dari atas ke bawah dalam hierarki vertikal.
  1.  Tanggung jawab adalah kewajiban utnuk menjalankan tugas atau aktivitas yang diembankan.
  2. Delegasi adalah proses yang digunakan para manajer untuk mengalihkan wewenang dan tanggung jawab mereka pada jabatan-jabatan yang lebih rendah dalam hierarki.

Kewenangan Lini Dan Kewenangan Staf

  • Departemen lini melakukan tugas yang mencerminkan tujuan dan misi utama organisasi. Departemen lini bekerja secara langsung dengan pelanggan.
  • Departemen staf adalah mereka yang menyediakan keahlian khusus yang berfungsi untuk mendukung pekerjaan orang-orang di departemen lini.

Ruang Lingkup Manajemen

Ruang lingkup manajemen adalah jumlah pegawai yang memberikan laporan pada supervisor. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecilnya ketertiban supervisor dan besarnya lingkup pengendalian.

  1. Pekerjaan yang stabil dan rutin
  2. Bawahan melakukan pekerjaan serupa antara yang satu dan lainnya
  3. Bawahan adalah orang yang sangat terlatih dan harus diarahkan
  4. Peraturan dan prosedur haruslah tersedia
  5. Sistem dan personel pendukung haruslah tersedia bagi manajer
  6. Diperlukan sedikit pengawasan
  7. Pilihan pribadi serta gaya manajer haruslah terlebih dahulu menguntungkan banyak bawahan

Sentralisasi Dan Desentralisasi

Sentralisasi (centralization) berarti bahwa wewenang dalam mengambil keputusan dipegang oleh jabatab-jabatan tinggi dalam sebuah organisasi.

Desentralisasi (decentralization) berarti lokasi wewenang dalam pengambilan keputusan berada ditingkatan organisasi bawah. Faktor-faktor yang biasanya mempengaruhi sentralisasi dan desentralisasi adalah sebagai berikut:

a)      Perubahan dan ketidakpastian lingkungan yang lebih besar besarnya dikaitkan dengan desentralisasi.

b)      Jumlah sentralisasi atau desentralisasi harus sesuai dengan strategi perusahaan

c)      Pada masa krisis atau saat di ujung tanduk, wewenang dapat dipegang dengan sentralisasi pada jabatan atas.

Departementalisasi

Departementalisasi adalah landasan untuk mengelompokkan jabatan-jabatan tertentu ke dalam departemen-departemen, dan departemen ke dalam organisasi-organisasi secara keseluruhan. Lima pendekatan-pendekatan separtementalisasi, antara lain:

  1. Pendekatan fungsional vertikal
  2. Pendekatan divisional
  3. Pendekatan matriks
  4. Pendekatan tim
  5. Pendekatan jaringan virtual

Pengorganisasian Untuk Koordinasi Horizontal

  1. Pentingnya koordinasi
  • Organisasi tumbuh dan berkembang
  • Organisasi membutuhkan sistem untuk memproses informasi dan memungkinkan komunikasi
  • Koordinasi adalah kualitas diantara departemen
  • Koordinasi diperlukan, terlepas dari struktur
  1. Gugus tugas, tim, dan manajemen proyek

Manajer proyek adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan aktivitas-aktivitas beberapa departemen utnuk menyelesaikan proyek tertentu. Gugus tugas tim atau komite sementara yang dibuat untuk menyelesaikan masalah jangka pendek.

  1. Rekayasa ulang

Rekayasa ulang disebut juga rekayasa ulang bisnis. Perencanaan ulang proses bisnis yang dilakukan secara radikal untuk mendapatkan peningkatan harga, kualitas, layanan, dan kecepatan.

Struktur Mengikuti Strategi

Hierarki vertikal terus tumbuh berkembang karena struktur ini sering memberikan keuntungan penting bagi organisasi. Struktur yang tepat dirancang sesuai dengan strategi organisasi. Sebuah penenlitian baru telah menunjukkan bahwa kinerja bisnis sangat kuat dipengaruhi oleh seberapa baiknya struktur perusahaan disusun dengan tujuan-tujuan strateginya.

Sekian berbagi materinya teman-teman. Semoga ini bermanfaat ya! :)

 

sumber : New Era Of Management (Era baru Manajemen),edisi 9 (terjemahan), Richard L Daft, Penerbit Salemba Empat, 2010. (buku 2)

Perumusan Dan Pelaksanaan Strategi

Halo!! :)

Apa kabar teman-teman? Baikkah?!

Semoga semuanya dalam keadaan baik dan sehat.

Saya kembali lagi untuk berbagi materi minggu ke-2 nih teman-teman. Semoga tidak bosan yah membaca materi di blog ini.

Oke!, kali ini saya akan membahas mengenai “Perumusan Dan Pelaksanaan Strategi”. Langsung saja ya!!

Pemikiran strategis berarti menggunakan perspektif jangka panjang dan melihat gambaran besar dari perusahaan dan lingkungan kompetitif, serta memikirkan keselarasan antar keduanya. Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan yang digunakan utnuk merumuskan dan melaksanakan strategi yang memungkinkan kesesuaian sangat kompetitif antara perusahaan dan lingkungannya, sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan.

Tujuan strategis

Tujuan strategis antara lain:

  1. Memanfaatkan kompetensi dasar perusahaan
  2. Membangun sinergi
  3. Memberikan nilai

Tingkatan strategi:

Para manajer strategi biasanya berfikir dalam kerangka tiga tingkatan strategi, yaitu:

  1. Pada bidang usaha apa kita bergerak? Ini merupakan pertanyaan yang diajukan oleh para manajer ketika memikirkan strategi tingkat perusahaan yang berkaitan dengan perushaan secara keseluruhan dan gabungan unit bisnis dan lini produk yang menyusun perusahaan.
  2. Bagaimana cara kita bersaing? Strategi tingkat-usaha berkaitan dengan setiap unit bisnis atau lini produk.
  3. Bagaimana kita mendukung strategi tingkat usaha? Strategi tingkat-fungsi terkait dengan departemen-departemen fungsional utama di unit usaha.

Proses manajemen strategis

Proses ini diawali dengan evaluasi yang dilakukan para manajer terhadap posisi perusahaan sekarang terkait misi, tujuan, dan strateginya.

  1. Perumusan versus pelaksanaan strategi
  • Perumusan strategi mencakup evaluasi masalah-masalah dilingkungan internal maupun eksternal dan integrasi hasil evaluasi tersebut ke dalam tujuan dan strategi.
  • Pelaksanaan strategi yaitu penggunaan sarana manajerial dan organisasi untuk mengarahkan berbagai sumber daya agar dapat mencapai tujuan strategis
  1. Analisis swot

Evaluasi faktor-faktor internal dan eksternal

  • Kekuatan dan kelemahan internal
  • Kekuatan dan ancaman eksternal

Merumuskan strategi tingkat-perusahaan

  1. Strategi portofolio

Strategi portofolio berkaitan dengan gabungan unit usaha dan lini produk berpadu secara logis untuk memberikan sinergi dan keungulan bersaing bagi perusahaan.

  1. Matriks BCG (boston consulting group)

Menempatkan parusahaan dalam dua dimensi: tingkat pertumbuhan usaha dan pangsa pasar.

  1. Strategi diversifikasi

Bertujuan untuk memperluas usaha perusahaan dalam rangka menghasilkan berbagai barang dan jasa yang berharga.

Merumuskan strategi tingkat-usaha

  1. Lima kekuatan kompetitif porter

Menentukan posisi perusahaan versus pesaingnya didalam industri.

  • Potensi pesaing baru
  • Daya tawar pembeli
  • Daya tawar pemasok
  • Ancaman produk pengganti
  • Persaingan antar kompetitor
  1. Strategi kompetitif

Untuk mengetahui daya saingnya disetiap kekuatan, porter menyarankan perusahaan untuk menggunakan satu dari tiga strategi, antara lain:

  • Diferensiasi
  • Kepemimpinan biaya
  • Fokus

Tren baru di bidang strategi

Perusahaan-perusahaan mengalami histeria marger dan akuisisi selama beberapa tahun terakhir. Yang termasuk dalam tren baru dalam bidang strategi yaitu:

  • Inovasi dari dalam
  • Kemitraan strategi

Strategi global

Banyak perusahaan yang beroperasi secara global dan menggunakan strategi lain sebagai fokus usahanya. Strategi global meliputi:

  1. Strategi globalisasi
  2. Strategi ekspor
  3. Strategi transnasional
  4. Strategi multidomestik

Penerapan strategi

Langkah terakhir dalam proses manajemen strategis adalah penerapan strategi, yaitu bagaimana strategi diterapkan atau dilaksanakan. Saran dalam menerapkan strategi adalah sebagai berikut:

  • Kepemimpinan
  • Rancangan struktural
  • Sistem informasi dan kendali
  • Sumber daya manusia

 

Sekian ulasan materi mengenai “Perumusan Dan Pelaksanaan Strategi”.

Semoga bermanfaat :)

 

Sumber: New Era Of Management (Era baru Manajemen),edisi 9 (terjemahan), Richard L Daft, Penerbit Salemba Empat, 2010. (buku 1)

Perencanaan Manajerial Dan Penetapan Tujuan

Hallo semua :)
Balik lagi nih!! Semoga kalian gak bosen ya!!hehehe
kali ini saya akan membahas ulasan materi kedua setelah UTS yaitu “Perencanaan Manajerial Dan Penetapan Tujuan”. Langsung saja deh!

Pada materi ini akan membahasproses perencanaan dan cara bagi para manajer untuk membuat perencanaan yang efektif.

Pengenalan  Tujuan Dan Rencana

Tujuan (goals) dapat diartikan sebagai kondisi dimasa depan yang diinginkan dan coba diwujudkan oleh perusahaan. Rencana (plan) adalah cetak biru yang digunakan untuk mencapai tujuan dan menentukan alokasi sumber daya, waktu, tugas, serta tindakan lain yang diperlukan. Konsep perencanaan (planning) biasanya mencakup kedua konsep tersebut dan didefinisikan sebagai tindakan yang dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan.

Tingkatan Tujuan Dan Rencana

  1. Pernyataan Misi
  2. Tujuan/rencana strategis manajemen puncak
  3. Tujuan/rencana taktis manajemen menengah
  4. Tujuan/rencana operasionalmanajemen bawah

Karakteristik Tujuan Dan Rencana

  • Legitimasi
  • Sumber Motivasi dan Komitmen
  • Alokasi Sumber Daya
  • Panduan Tidakan
  • Dasar Pengambilan Keputusan
  • Standar Kinerja

Proses Perencanaan Perusahaan

Proses perencanaan perusahaan dimulai ketika para manajer membuat rencana perusahaan keseluruhan dengan menentukan misi dan tujuan strategis denga jelas. Kedua, mereka menerjemahkan rencana tersebut menjadi tindakan, yang mencakup mendefinisikan rencana dan sasaran teknis, membuat peta strategis untuk menyelaraskan tujuan, menyusun rencana kontingensi dan skenario, serta membentuk tim intelejen untuk menganalisis isu-isu utama persaingan. Ketiga, para manajer menjabarkan faktor-faktor operasional yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

Misi Perusahaan

Misi (mission), yang berarti dasar keberadaan perusahaan, berada dipuncak hierarki tujuan. Misi menjabarkan nilai-nilai, cita-cita, dan dasar keberadaan perusahaan. Tanpa misi yang jelas, tujuan dan rencana dibuat secara serampangan serta tidak mampu mengarahkan perusahaan.

Pernyataan misi formal adalah gambaran umum tujuan yang membedakan suatu perusahaan dari perusahaan lain yang sejenis.

Jenis-Jenis Tujuan Dan Rencana

Jenis-jenis tujuan meliputi:

  • Tujuan strategis (strategic goal)
  • Tujuan taktis (tactical goal)
  • Tujuan operasional (operational goals)

Jenis-jenis rencana meliputi:

  • Rencana strategis (strategic plans)
  • Rencana taktis (tactical plans)
  • Rencana operasional (operational plans)

Menyelaraskan Tujuan Melalui Peta Strategi

Peta strategi (strategy map) adalah gambaran visual dari faktor-faktor penting pendorong kesuksesan perusahaan yang menunjukkan hubungan antara tujuan dan rencana spesifik disetiap bidang. Peta strategi menjadi sarana ampuh bagi para manajer untuk melihat hubungan sebab-akibat antara tujuan dan rencana di bidang lain. Tujuan-tujuan perusahaan yang disusun secara efektif dan bersifat selaras berarti tujuan-tujuan tersebut harus bersifat konsisten dan saling mendukung agar tujuan yang dicapai di tingkat yang lebih rendah memungkinkan untuk mencapai tujuan di tingkat yang lebih tinggi. Kinerja perusahaan adalah hasil dari sejauh mana elemen-elemen yang saling bergantung ini berjalan selaras, sehingga para individu, tim, departemen, bekerja secara harmonis.

Perencanaan Operasional

Kriteria tujuan efektif

Ciri-ciri tujuan efektif, yang pertama dan terpenting yaitu:

  • Spesifik dan terukur
  • Memiliki jangka waktu yang pasti
  • Mencakup hasi-hasi penting
  • Menantang tetapi realistis
  • Dikaitkan dengan imbalan

Hal-hal yang penting untuk menetapkan tujuan yang efektif yaitu:

  • Manajemen bersasaran
  • Rencana sekali pakai
  • Rencana tetap

Perencanaan Dalam Lingkungan Yang Bergejolak

Tiga metode perencanaan penting antara lain:

  • Perencanaan kontingensi adalah rencana untuk menentukan respon perusahaan ketika mengalami kondisi darurat, kemerosotan, maupun situasi tak terduga.
  • Perencanaan skenario adalah rencana yang melibatkan langkah-langkah untuk mengamati tren dan ketidaksinambungan yang sedang terjadi, serta menvisualisasikan kemungkinan-kemungkinan yang telah baik dimasa depan.
  • Perencanaan krisis adalah persiapan menghadapi kejadian-kejadian merugikan tak terduga.

Perencanaan Untuk Mencapai Kinerja Tinggi

Pendekatan perencanaan tradisional

  • Dilakukan sepenuhnya oleh eksekutif puncak (top-down)
  • Departemen perencanaan pusat
  • Ahli perencanaan

Pendekatan perencanaan kinerja tinggi

  • Perencanaan terdesentralisasi
  • Manajer membuat rencana untuk perusahaan
  • Bekerja dengan manajer dan pegawai lini depan
  • Rencana dinamis utnuk memenuhi kebutuhan yang cepat berubah.

Sekian dulu berbagi materinya yah! Lanjut nanti pada ulasan materi berikutnya.

Selamat membaca dan semoga bermanfaat teman-teman. :)

 

Sumber: New Era Of Management (Era baru Manajemen),edisi 9 (terjemahan), Richard L Daft, Penerbit Salemba Empat, 2010. (buku 1)

Manajemen Inovatif Di Masa Sulit

Hallo teman-teman!! Selamat berjumpa lagi di blogku.

Kali ini aku akan berbagi mengenai materi-materi setelah UTS. Materi pertama yaitu Manajemen Inovatif Di Masa Sulit. Oke! Langsung aja yuk!!

Berawal dari pertanyaan “mengapa inovasi itu penting?” iya, inovasi penting dalam sistem manajemen dan proses produksi, nilai-nilai perusahaan, dan aspek lain dari organisasi merupakan faktor yang membuat perusahaan tumbuh, berubah, dan berhasil. Tanpa inovasi, tiada satu perusahaan pun yang dapat bertahan.

Definisi Manajemen Dan Manajer

Manajemen (management) adalah pencapaian tujuan-tujuan organisasional secara efektif dan efisien melalui  perencanaan, pengelolaan, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya-sumber daya organisasional. Manajer  adalah fungsi ekseklusif dari organisasi membangun dan mengkoordinasikan dan seluruh sistem menciptakan sistem dan kondisi yang kemungkinan orang lain untuk melakukan tugas-tugas untuk sistem yang tepat dan lingkungan, manajer memastikan  bahwa departemen atau organisasi akan tetap berjalan dan berkembang.

Empat Fungsi Manajemen

  1. Perencanaan (planning) berarti mengidentifikasi berbagai tujuan intuk kinerja organisasi dimasa mendatang serta memutuskan tugas dan penggunaan sumber daya yang diperlukan untuk mencapainya,
  2. Peneglolaan (organizing) mencakup menentukan tugas, mengelompokkan tugas, mendelegasikan otoritas, dan mengalokasikan sumber daya diseluruh organisasi.
  3. Kepemimpinan (leading) berarti menggunakan pengaruh untuk memotivasi karyawan guna mencapai tujuan-tujuan organisasional.
  4. Pengendalian (controlling) berarti memonitori aktivitas karyawan, menentukan apakah organisasi sejalan dengan tujuannya dan membuat koreksi jika diperlukan.

Kinerja Organisasional

Organisasi (organization) dapat diartikan sebagai suatu entitas sosial yang  diarahkan oleh tujuan dan  terstruktur. Diarahkan oleh tujuan berarti berarti dirancang untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu organisasi. Terstruktur berarti ada pembagian tugas, dan tanggung jawab pencapaian tugas tersebut dibebankan kepada para anggota oragnisasi.

Tanggung jawab seorang manajer adalah mengoordinasikan sumber daya yang ada secara efisien dan efektif guna mencapai tujuan organisasi. Efektif dalam organisisa berarti sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang diterapkan, atau berhasil mencapai apa pun yang coba dikerjakannya. Efisien dalam organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan organisaional.

Keterampilan Manajemen

Keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk mengatur sebuah departemen atau organisasi dapat dikelompokkan ke dalam tiga katagori, antara lain :

  1. Keterampilan konseptual
  2. Keterampilan interpersonal
  3. Keterampilan teknis

Jenis-Jenis Manajemen

Perbedaan Vertikal

  1. Manajer Puncak (top manager)
  2. Manajer Tingkat Menengah (middle manager)
  3. Manajer lini pertama (first-line manager)

Perbedaan Horizontal

  1. Manajer fungsional (functional manager)
  2. Manajer umum (general manager)

Apa Rasanya Menjadi Seorang Manajer?

Sulit untuk memahami dengan tepat apa yang dilakukan oleh manajer disetiap jam maupun hari, kecuali jika kita pernah melakukan pekerjaan manajerial. Pekerjaan manajer adalah beragam tugas manajerial yang dapat dicirikan ke dalam kerakteristik dan peran kebanyakan manajer menikmati kegiatan seperti memimpin orang lain, jaringan dan inovasi terkemuka.

Aktivitas Manajer

Petualang multitasking: ciri aktivitas manjerial adalah keragaman, fragmentasi, dan durasi yang singkat. Keterlibatan manajer yang luas dan banyak tidak memberikan cukup waktu untuk merenungi sesaat.

Hidup cepat: manajer melakukan banyak pekerjaan dengan kecepatan yang mengagumkan. Pekerjaan manajer memiliki tempo cepat dan memerlukan banyak energi. Begitu hari para manajer dimulai, berbagai gangguan yang tidak diharapkan pun bermunculan. Rapat-rapat baru perlu diadakan, selama tidak dikantor, para eksklusif tetap membaca materi, menggunakan telepon seluler, panggilan telepon dan email yang berhubungan denga pekerjaan.

Peran Manajer

Peran informasi adalah berbagai aktivitas yang dilakukan untuk merawat dan membangun jaringan informal.

Peran interpersonal berkenaan dengan hubungan dengan orang lain dan berkaitan dengan keterampilan interpersonal yang telah dibahas.

Peran keputusan berkenaan dengan berbagai peristiwa yang di dalamnya manajer harus menentukan sikap dan mengambil tindakan.

Mengelola Usaha Kecil Dan Organisasi Nirlaba

Usaha kecil makin penting. Banyak usaha kecil yang terancam oleh keterampilan manajemen yang tidak memadai. Manajer usaha kecil memakai berbagai topik fungsi. Fungsi manajemen berlaku untuk organisasi nirlaba. Organisasi nirlaba fokus pada dampak sosia, tetapi mereka berjuang dengan efektivitas.

Manajer semua organisasi, baik di perusahaan besar, usaha kecil, dan organisasi nirlaba, menggabungkan dan menyesuaikan fungsi dan peran manajemen secara seksama untuk menghadapi tantangan dilingkungan mereka dan menjaga organisasimereka tetap sehat.

Manajemen Dan Tempat Kerja Baru

  • Karakteristik Tempat Kerja Baru

Karakteristik utama tempat kerja baru adalah digitalisasi bisnis, yang telah menubah cara kerja, karyawan, dan tempat kerja itu sendiri secara radikal.

Tempat kerja baru diorganisasikan dalam jaringan, bukan hierarki kaku; pekerjaan yang sering bersifat virtual, sehingga para member harus mengawasi dan mengoordinasikan karyawan yang tidak datang ke tempat kerjadalam pengertian sebenarnya.

  • Kompetensi Manajemen Baru

Para manajer harus memikirkan kembali pendekatan mereka dalam mengorganisasikan, mengarahkan, dan memotivasi para karyawan. Para manajer terbaik hari ini meninggalkan pola pikir perintah dan kendalikan mereka guna berfokus untuk melatih dan membimbing, menciptakan organisasi yang cepat, fleksibel, onovatif, dan berorientasi hubungan.

Sekian penjelasan mangenai “manajemen inovatif di masa sulit”. Mohon maaf jika ada yang kesalahan dan penjelasan yang kurang. Semoga bermanfaat bagi teman-teman sekalian. :)

sumber: New Era Of Management (Era baru Manajemen),edisi 9 (terjemahan), Richard L Daft, Penerbit Salemba Empat, 2010. (buku 1)

Manajemen Sumber Daya Manusia: Menemukan dan Mempertahankan Karyawan Terbaik

oke teman-teman aku balik lagi nih!! berbagi materi tentang “Manajemen Sumber Daya Manusia: Menemukan dan Mempertahankan Karyawan Terbaik”. Langsung saja yukk!

Untuk memulai karir dalam manajemen sumber daya manusia, kita harus menemukan alasan yang tepat daripada “saya ingin bekerja dengan orang-orang”. Manajemen sumber daya manusia itu sendiri, adalah proses penentuan sumber daya manusia dan kemudian perekrutan, penyeleksian, pengembangan, pemotivasian, pengevaluasian, pemberian kompensasi dan penjadwalan karyawan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasional.

Mengembangkan sumber tertinggi
            Salah satu alasan manajemen sumber daya manusia mendapatkan perhatian yang semakin banyak pada masa ini adalah ekonomi telah mengalami peralihan besar dari industri manufaktur tradisional menjadi industri manufaktur teknologi tinggi dan pelayanan yang membutuhkan keterampilan pekerjaan yang sangat teknis. Peralihan ini berarti bahwa banyak pekerja harus dilatih kembali untuk pekerjaan baru yang lebih menantang.
Tantangan sumber daya manusia
·         Kekurangan orang yang terlatih dalam bidang-bidang pertumbuhan dimasa depan
·         Pekerja yang tidak terampil
·         Pekerja berpendidikan
·         Peralihan dalam komposisi usia angkatan kerja
·         Hukum dan peraturan
·         Meningkatnya jumlah keluarga orang tua tunggal dan keluarga dua pemasukan
·         Peralihan sikap karyawan terhadap pekerjaan
·         Pengecilan berkelanjutan
·         Tantangan dari kelompok tenaga kerja luar negeri
·         Permintaan tunjangan yang meningkat
·         Kekhawatiran dengan karyawan baru
·         Penurunan loyalitas
Menentukan kebutuhan sumber daya manusia
1.      Mempersiapkan inventaris sumber daya manusia dari karyawan organisasi
2.      Mempersiapkan analisis pekerjaan
Analisis pekerjaan meliputi dua pernyataan tertulis yaitu: (1) Deskripsi pekerjaan dan (2) Spesifikasi pekerjaan
3.      Menilai sumber daya manusia di masa depan
4.      Menilai persediaan masa depan
5.      Membuat rencana strategis
Proses memperkerjakan karyawan
1.      Merekrut karyawan dari beragam populasi
2.      Menyeleksi karyawan yang akan produktif
Proses ini meliputi langkah-langkah berikut:
a.       Mendapatkan formulir lamaran yang lengkap
b.      Melakukan wawancara awal dan wawancara lanjutan
c.       Memberikan tes pekerjaan
d.      Melakukan investigasi latar belakang
e.       Mendapatkan hasil dari tes fisik
f.       Menetukan periode percobaan (masa percobaan).
3.      Melatih dan mengembangkan karyawan untuk kinerja yang optimal
Beberapa aktivitas pelatihan dan pengembangan yang umum, adalah orientasi karyawan, pelatihan pada pekerjaan, program magang, pelatihan diluar pekrjaan, pelatihan online, pelatihan vestibula, dan simulasi pekerjaan.
Pengembanga manajemen
Sebagian besar program pengembangan mencakup beberapa hal, antara lain;
·         Pelatihan pada pekerja
·         Posisi cadangan
·         Rotasi pekerja
·         Pelatihan dan khursus di luar pekerjaan
Penilaian kinerja
·         Menetukan standar
·         Standar komunikasi
·         Mengevaluasi kinerja
·         Mendiskusikan hasil
·         Mengambil tindakan korektif
·         Menggunakan hasil untuk mengambil keputusan
Memberikan kompensasi pada karyawan: menarik dan memelihara yang terbaik
1.      Sistem bayaran
2.      Mengompensasi tim
3.      Tunjangan tambahan
Mengatur untuk memenuhi kebutuhan karyawan
·         Rencana waktu kerja yang fleksibel
·         Pekerjaan yang berbasis dirumah dan pekerjaan mobile lainnya
·         Rencana pembagian pekerjaan.
Pergerakan karyawan
·         Mempromosikan dan menugaskan kembali karyawan
·         Menghentikan karyawan
·         Memensiunkan karyawan
·         Kehilangan karyawan
Sekian ulasan bab ini, semoga bermanfaat buat rekan-rekan sekalian.
Sumber: Understanding Business (Pengantar Bisnis),edisi 8 (terjemahan), William G. Nickels, James M. McHugh, Susan M. McHugh,  Penerbit Salemba Empat, 2009. (buku 2)

Manajemen keuangan

hai teman-teman lanjut materi selanjutnya yuk!!

Tujuan utama dari bab ini adalah membahas tentang “apa itu keuangan?” dan hal-hal apa saja yang dilakukan oleh manajer keuangan.

Keuangan dan manajer keuangan
            Keuangan (finance) adalah fungsi dari sebuah bisnis yang menangani perolehan dana bagi perusahaan dan pengelolaan dana tersebut di dalam perusahaan. Aktivitas keuangan meliputi: mempersiapkan anggaran,  melakukan analisis arus kas, dan merencanakan pengeluaran dana pada aset.
            Manajer keuangan (finance manajement) adalah pekerjaan mengelola sumber daya perusahaan agar dapat mencapai tujuan dan sasarannya. Manajer keuangan menilai data keuangan yang disiapkan seorang akuntandan membuat rekomendasi bagi manajemen tingkat atas mengenai strategi-strategi untuk memperbaiki kinerja keuangan perusahaan.
Perencanaan keuangan
            Perencanaan keuangan merupakan tanggung jawab utama dari manajer keuangan  di dalam suatu bisnis. Perencanaan keuangan meliputi tiga langkah: (1) memproyeksikan kebutuhan keuangan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, (2) menyusun anggaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dan (3) mengembangkan kendali keuangan.
Kebutuhan akan dana oprasional
·         Mengelola kebutuhan sehari-hari
·         Mengendalikan operasional kredit
·         Memperoleh persediaan yang dibutuhkan
·         Melakukan pengeluaran modal.
Sumber dana
A.     Memperoleh pendanaan jangka pendek
·         Kredit dagang
·         Keluarga dan teman
·         Bank komersial
·         Berbagai bentuk pinjaman jangka pendek yang berbeda-beda (anjak piutang, surat utang komersial, dan kartu kredit)
B.     Memperoleh pendanaan jangka panjang
·         Pendanaan hutang
·         Obligasi
·         Jaminan
·         Saldo laba
·         Modal ventur
Venture kapitalis
·         Keuangan perusahaan baru dan berkembang pesat
·         Membuat efek ekuitas
·         Membantu dalam mengembangkan produk baru atau jasa
·         Nilai tambah bagi perusahaan melalui partisipasi aktif
·         Mengambil risiko tinggi dengan harapan imbalan yang lebih tinggi.
Membuat keputusan atas penggunaan pengungkit keuangan
            Pengungkit (leverage) adalah memperoleh dana yang dibutuhkan dengan cara meminjam untuk meningkatkan tingkat pengembalian perusahaan. Meskipun benar bahwa peningkatan hutang akan meningkatkan risiko perusahaan, namun hal itu juga memperbesar  kemampuan perusahaan untuk meningkatkan laba. Jika perolehan laba perusahaan lebih besar dari pada pembayaran bunga atas dana yang dipinjam, pemilik bisnis dapat memperoleh tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada jika mereka menggunakan pendanaan ekuitas.
Sumber: Understanding Business (Pengantar Bisnis),edisi 8 (terjemahan), William G. Nickels, James M. McHugh, Susan M. McHugh,  Penerbit Salemba Empat, 2009. (buku 2)

Memproduksi Barang dan Jasa Kelas Dunia

lanjut lagi yua teman-teman!!
mumpung aku lagi baik hati nih!! (hehehe)
Dalam bab ini kita akan mempelajari bagaimana memproduksi barang dan jasa kelas dunia, langsung saja yuk!

Apa yang telah dilakukan para pemanufaktur untuk mendapatkan kembali daya kompetitif? para pemanufaktur menekankan yang berikut ini:

  1. Berfokus pada pelanggan
  2. Mempertahankan  hubungan erat dengan pemasok dan perusahaan lain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
  3. Mempraktikkan pengembangan yang kontinu
  4. Berfokus pada kualitas
  5. Menghemat biaya melalui seleksi tempat
  6. Mengandalkan internet untuk menyatukan perusahaan-perusahaan
  7. Teknik produksi yang baru

Dari Produksi ke Manajemen Operasi
produksi
adalah pembuatan barang dan jasa dengan menggunakan faktor-faktor produksi. Manajemen produksi merupakan istilah untuk mendeskripsikan semua aktivtas yang dilakukan manajer untuk membantu perusahaan mereka menghasilkan barang. manajemen operasi adalah area khusus dalam manajemen yang mengubah atau mentransformasi sumber menjadi barang dan jasa.

Proses Produksi

proses produksi meliputi: (1) form utility, (2) manufaktur proses, (3) proses perakitan, (4) proses berkelanjutan, (5) proses sebentar-sebentar. untuk meningkatkan proses produksi, kita dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Menyediakan produk dan jasa berkualitas tinggi sebagai respon terhadap permintaan pelanggan
  • Memberikan kualitas yang dapat diterima
  • Menyediakan segala sesuatu dengan biaya serendah mungkin

Manufaktur dan desain yang dibantu dengan komputer

  • Computer aided design (CAD) penggunaan komputer dalam desain
  • computer aided manufacturing (CAM) penggunaan komputer dalam manufacturing produk
  • computer integrated manufacturing (CIM) penggunaan desain yang dibantu dengan manufaktur yang dibantu dengan komputer.

 Teknik Produksi
Beberapa perkembangan besar telah secara radikal mengubah proses produksi, menjadikan perusahaan-perusahaan lebih kompetitif. Teknik-teknik untuk menjadikan perusahaan lebih kompetitif, antara lain:

  • Manufaktur yang fleksibel
  • Manufaktur yang ramping
  • Penyesuaian massa

Perencanaan Manajemen Operasi
Perencanaan manajemen operasi melibatkan banyak isu yang sama, baik dalam sektor manufaktur maupun sektor jasa. Isu-isu tersebut meliputi:

  • Lokasi Fasilitas
  • Tata ruang fasilitas
  • Perencanaan persyaratan bahan
  • Pembelian
  •  Pengendalian inventaris yang tepat pada waktunya
  • kontrol kualitas
    a. Kualitas sigma enam
    b. Kontrol kualitas Statis
    c. Kontrol proses statis
    d. The baldrige award
    e. ISO 9000
    f. ISO 1400

Prosedur Kendali: Pert dan Bagan Gantt

  • Pert (program evaluation and review technique) adalah menganalisis tugas yang terlibat dalam menyelesaikan proyek tertentu, memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas, dan mengidentifikasikan waktu minimum yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sekuruh proyek.
  • Bagan gantt adalah grafik batang yang dengan jelas menunjukkan proyek yang sedang dikerjakan dan seberapa banyak yang telah diselesaikan dalam waktu tertentu.

 

semoga bermanfaat yah teman-teman :)

maaf, atas kekurangan dan kesalahan dalam penyampaian materi ini.

sumber:  Understanding Business (Pengantar Bisnis),edisi 8 (terjemahan), William G. Nickels, James M. McHugh, Susan M. McHugh,  Penerbit Salemba Empat, 2009.